Sistem Informasi Manajemen merupakan sistem informasi yang menghasilkan
hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses
yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen. Sistem informasi manajeman digambarkan sebagai sebuah
bangunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan
transaksi, penjelasan status, dan sebagainya.
Pengertian Teknologi Informasi :
Teknologi Informasi adalah teknologi apa
saja yang dapat membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan,
mengkomunikasikan dan menyebarkan informasi. contohnya seperti, PC, telepon,
TV, peralatan rumah tangga dan piranti genggam modern (ponsel).
Sistem
Informasi Strategis (SIS) adalah dukungan terhadap sistem yang ada dan
membantu dalam mencapai keunggulan kompetitif atas pesaing organisasi
dalam hal adalah tujuan.Sistem Informasi dapat mempengaruhi aktivitas
bisnis perusahaan secara keseluruhan sehingga dapat membantu perusahaan
dalam persaingan bisnis dengan perusahaan lainnya.
Dalam
beberapa dekade belakangan ini dengan kemajuan TI, para pelaku bisnis
di bidang media masa khususnya elektronik banyak mengalami perubahan.
Efisiensi dan efektivitas kerja sangat dirasakan pengaruhnya terutama
perangkat editor audio dan video berbasis komputer menggantikan mesin
analog. Dengan harga memori yang cenderung menurun dan kecepatan
komputer terus meningkat disertai oleh kapasitas penyimpanan data
semakin besar serta ditemukannya teknologi kompresi file audio dan video
yang semakin baik, maka TI sangat feasible dan reliable untuk
diimplementasikan.
Strategi dalam Sistem Informasi
Sistem
informasi yang membantu meraih peluang disebut Strategi Sistem
Informasi. Strategi ini dapat dikembangkan sejak awal mula, atau dapat
dikembangkan dari strategi system informasi yang telah ada pada
organisasi. Strategi sistem informasi dapat memperoleh pelanggan
sebanyak-banyaknya dengan memberikan pelayanan sesuai keinginan
pelanggan. Teknologi Informasi berperan penting dalam kontribusinya pada
strategi bisnis IT sebagai alat strategis. Strategi system informasi
mengkombinasi beberapa ide untuk membuat keputusan bisnis dan juga
berperan penting dalam proses penerapan keputusan itu. Agar system
informasi menjadi yang strategis, dua hal yang harus ada, pertama system
informasi harus menjadi tujuan organisasi dari pada sekedar menyediakan
informasi, dan kedua yaitu setiap unit system informasi harus
bekerjasama dengan manajer-manajer unit yang lainnya. Untuk membuat
sebuah strategi system ivnformasi, manajemen puncak harus dilibatkan
dalam beberapa pertimbangan dalam pengembangan dan penerapan strategi.
Dengan kata lain strategi system informasi harus menjadi bagian dari
keseluruhan perencanaan produk. Resiko akan selalu mengintai strategi
system informasi yang baru yang melibatkan semua unit system informasi.
Bagaimanapun project harus saling bekerja sama yang melibatkan seluruh
system ini.
Perencanaan Sistem Informasi
Perencanaan
Strategi SI/TI merupakan periode pada daur hidup system ketika sebuah
arsitektur informasi, arsitektur system bisnis, dan arsitektur teknikal
pertama kali dibuat dan ketika sekumpulan system bisnis yang konsisten
dan terintegrasi akan dikembangkan (Martin (1990, p467)). Perencanaan
Strategi SI/TI merupakan salah satu langkah dalam information
engineering yang berhubungan dengan sasaran dan target bisnis serta
bagaimana teknologi dapat dihunakan untuk menuciptakan kesempatan baru
atau keuntungan kompetitif (Martin (1990, p102)).
Secara
umum perencanaan strategi sistem informasi dan teknologi informasi
adalah suatu proses analisis secara menyeluruh dan sistematis dalam
merumuskan tujuan dan sasaran perusahaan, serta menentukan strategi yang
memanfaatkan kelebihan dari sistem informasi dan dukungan teknologi
yynh m5 r 5,m,trdalam menunjang strategi bisnis dan memberikan
keunggulan kepada perusahaan dalam bersaing.
Ward
dan Peppard (2002, p47) menyatakan beberapa alasan yang menyebabkan
perlunya bagi suatu perusahaan untuk memiliki suatu strategi system
informasi atau teknologi informasi :
- Adanya investasi untuk pengadaan SI/TI yang tidak mendukung sasaran bisnis suatu organisasi.
- SI/TI yang ada tidak terkontrol
- Sistem tidak teintegrasi sehingga data bersifat tersebar sehingga sangat mungkin terjadi kerangkapan data dan hilangnya keterkaitan antar sumber daya informasi.
- Organisasi tidak memiliki skala prioritas dalam mengembangkan proyek SI/TI, sehingga sangat sering terjadi perubahan dan tambal sulam yang akhirnya menurunkan produktivitas organisasi.
- Manajemen informasi yang buruk dan tidak akurat.
- Strategi SI/TI tidak sejalan dengan strategi bisnis organisasi
- Proyek SI/TI hanya dievaluasi untuk kepentingan keuangan semata.
Aspek
utama yang terkandung dalam perencanaan strategi sistem informasi
adalah menyelaraskan perencanaan sistem informasi dengan perencanaan
bisnis melalui koordinasi antara bisnis dan fungsi perencanaan sistem
informasi dan aktivitasnya. (Teo dan Ang, 1999).
Menurut
Wijaya (2006), Sistem teknologi informasi dikenal dengan nama senjata
strategi (strategy weapon) karena dapat digunakan untuk menerapkan
strategi yang dapat memberikan keuntungan kompetitif. Organisasi
membutuhkan perencanaan strategi untuk sumber daya teknologi
informasinya dengan beberapa alasan sebagai berikut :
- Diskusi mengenai perencanaan strategi sering kali banyak membantu manajer – manajer bisnis dan ahli – ahli sistem teknologi informasi dalam membuat keputusan yang mendasar mengenai bagaimana sistem teknologi informasi akan diarahkan untuk membantu bisnis organisasi.
- Dengan perencanaan yang baik, jika sesuatu yang buruk terjadi=mendadak di organisasi, maka organisasi sudah siap menghadapinya.
- Hasil dari perencanaan sistem teknologi informasi dapat membantu mengalokasikan sumber – sumber daya ke proyek – proyek sistem teknologi informasi yang penting dan bermanfaat bagi organisasi. Hasil dari perencanaan ini didampingi dengan anggaran biaya yang mencerminkan prioritas bisnis untuk sistem teknologi informasi yang harus dikembangkan.
- Alat komunikasi dengan manajemen puncak. Banyak manajer sistem teknologi informasi meminta kenaikan anggaran yang signifikan untuk pengembangan sistem teknologi informasi. Suatu rencana sitem teknologi informasi yang baik, harus dengan jelas dihubungkan kepada arah bisnis. Hasil perencanaan yang baik juga menjelaskan bagaimana organisasi akan mencapainya. Permintaan anggaran akan terlihat lebih masuk akal dan lebih mudah disetujui bagi manajemen puncak yang ada diluar departemen sistem teknologi informasi.
- Membantu pemasok. Arsitektur dan rencana dari sistem teknologi informasi adalah suatu cara efektif bagi organisasi untuk berkomunikasi dengan penjual/pemasok tentang kebutuhan dari produk-produk sistem teknologi informasi masa depan yang dibutuhkan oleh organisasi. Dengan memahami kebutuhan masa depan ini, maka pemasok dapat mempersiapkan jauh sebelumnya.
Sign up here with your email

ConversionConversion EmoticonEmoticon